Sedikit Cerita Awal Tahun

Hey, apa kabar resolusi tahun barunya? Sudah mencapai berapa persen? Hahahaha.. Maapmaap kalau terlihat nglulu.. Tapi memang itu niat saya.. 🙂

Sebetulnya ada begitu banyak hal yang mau saya bagi kali ini.. Tapi entah kenapa selalu mandeg di angan.. Mungkin karena saking banyaknya dan saya bingung mau memulai dari mana.. Jujur saja, saya lebih suka bercerita ngoyoworo seperti dalang daripada menulis.. Tetapi, tak ada salahnya to? Saya mencoba..
Okeh, awal tahun ini saya sekeluarga mendapat kejutan dari semesta.. Simbok saya jatuh dari motor dan harus mau menginap di rumah sakit selama empat hari..
Saya tidak akan bercerita tentang kronolohi jatohnya.. Saya juga tidak akan bercerita tentang berapa biaya rumah sakit swasta yang susternya menyebalkan atau tentang betapa menjengkelkanya perawat di puskesmas yang belum apaapa sudah menanyakan tentang jaminan.. Afu sekali itu pemirsa..

Momen jatohnya simbok saya itu membuat saya sadar kalau ternyata simbok saya sudah tua (sudah banyak ubanya).. Bahwa ternyata begitu banyak orang yang peduli kepada keluarga saya.. Tahun 2013 tidak bisa dianggap tahun yang mudah untuk dilalui.. Awal tahun bapak saya meninggal, menjelang akhir tahun kakek saya dari simbok meninggal, kemudian kemarin simbok saya jatoh.. Sangat tidak mudah, terlebih untuk simbok..
Tetapi, dari banyaknya orang yang menyempatkan datang saya tahu betapa keluarga ini sangat disayang..

Okeh, hal yang menjadi perhatian saya lagi adalah: orangorang menjadi terlihat lebih relihius.. Serasa mereka paling tahu tentang apa yang sebenarya sedang dialami oleh keluarga ini terlebih oleh simbok saya.. Padahal, prek.. Mereka juga cuma mengamati dan menarik kesimpulan sendiri.. Terlihat lebih dekat dengan Tuhan, tapi nyatanya durung karuwan.. Hah, manusia..
Jujur saja, saya muak dengan segala hal yang disangkutpautkan denganNya.. Sudahlah, Dia punya banyak hal untuk diurus.. Jangan ganggu Dia..

Sebetulnya, saya biasa saja menghadapi apa yang sudah terlewati kemarinkemarin.. Tidak banyak mengeluh dan sambat.. Ya se sakmadyonya saya sebagai manusia.. Mencoba untuk lebih bersikap ala kadarnya dan mensakmadyokan diri..
Tapi, masih saja dianggap kurang..
Pola pikir saya yang seperti ini tentu saja tidak bisa diterima oleh orangorang disekitar saya.. Mereka juga tidak bisa saya paksa untuk menuruti pola pikir saya.. Jadinya ya.. Terserah deh.. 🙂

Tulisan kali ini mungkin terlihat sangat saling silang sengkarut tanpa ada penghubungnya.. Tapi biarlah ya.. Biarkan saja.. Biarkan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s