MC Bahasa Jawa di Era Pokemon Go

Bagi anak muda sekarang ini, menjadi pembawa acara berbahasa jawa dianggap kuno dan sesuatu yang tidak begitu berguna. Generasi yang mana? Itu pertanyaan selanjutnya. Karna kehidupan tidak hanya di kota dan suku Jawa sudah menyebar ke berbagai daratan dunia, maka pembawa acara berbahasa jawa masih sangat dibutuhkan. Menurut saya, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk beberapa waktu kedepan. Beberapa bulan lalu, saudara teman saya sampai mengimport pembawa acara berbahasa jawa dari Jogja ke Kalimantan karena anaknya mau menikah. Beliau tidak mau kehilangan jawanya.

Menjadi seorang pembawa acara berbahasa jawa bukan perkara mudah karena dalam bahasa jawa terdapat tingkatan bahasa yang harus dipilih dengan cermat dan tepat. Penggunaan tiap kata harus diperhatikan benar karena beberapa tamu yang datang pasti memperhatikan apa yang diucapkan oleh seorang pembawa acara. Selain itu, pemenggalan kata juga perlu diperhatikan. Pelafalan sebuah kata juga harus dicermati karna dalam bahasa jawa, terdapat pelafalan khusus dengan pronoun yang tepat.

Semua hal yang sudah disebutkan di atas baru sebagian kecil saja tentunya. Menjadi seorang pembawa acara dalam bahasa apapun jelas tidak bisa disepelekan. Seorang pembawa acara menjadi ujung tombak kelancaran sebuah acara. Pembawa acara adalah juru masak dalam sebuah kesuksesan sebuah makanan, menurut saya. Harus bisa mengolah kata dan menyajikan sebuah acara yang runtut dan berjalan lancar.

Sekarang ini, tidak begitu banyak anak muda yang tertarik untuk belajar bahasa jawa dan lebih khusus belajar menjadi seorang pembawa acara berbahasa jawa. Padahal, bidang ini belum banyak yang mendalami dan menjadikanya sebuah pekerjaan tetap. Beberapa pembawa acara berbahasa jawa di kota Jogja sendiri masih bisa dihitung dengan jari. Meskipun pelajaran bahasa jawa menjadi muatan lokal dan diajarkan di sekolah sejak dasar, kesadaran untuk belajar bahasa jawa masih kurang. Anak-anak sekarang lebih memilih bermain Pokemon Go daripada belajar tentang kata berbahasa jawa yang rumit dan bisa dibilang sulit. Tapi, sebuah proses tidak akan mengingkari hasil bukan? Jadi masih ada harapan kelak akan ada generasi penerus pembawa acar berbahasa jawa.

Di postingan selanjutnya, akan saya ceritakan pengalaman saya belajar menjadi pembawa acara berbahasa jawa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s