Pengalaman Belajar Menjadi MC Bahasa Jawa Bersama Bapak Wahana

Bukan, bukan mau sombong. Saya mau berbagi tentang bagaimana saya belajar menjadi mc bahasa jawa dan apa yang saya dapatkan. Jadi, tahun lalu saya keluar dari zona nyaman saya dengan memilih untuk bergabung dengan kursus mc bahasa jawa di Tembi Rumah Budaya. Ada dua pilihan kursus, tingkat dasar dan lanjut. Kursus tingkat dasar diadakan seminggu dua kali pada hari Selasa dan Rabu sedangkan tingkat lanjut setiap hari Senin dan Kamis. Biayanya juga berbeda, kursus tingkat dasar 135ribu sedangkan tingkat lanjut 175ribu. Lamanya kursus? Tiga bulan. Cukup menyita waktu apalagi bagi yang sudah bekerja. Tetapi, tidak ada yang tidak bukan?

Menurut saya, kursus mc bahasa jawa di tempat ini sudah bagus karna dibimbing oleh praktisi yang sudah berpengalaman selama berpuluh tahun. Tersebutlah bapak Ig. Wahana, seorang pelaku dan pendidik. Pengalaman beliau selayaknya sumur tua yang airnya tidak pernah habis meskipun setiap hari ditimba. Sudi berbagi dengan sesama dan detail dalam segala hal untuk suksesnya acara. Meskipun usia sudah tidak lagi muda, beliau sangat cermat dalam hal-hal kecil untuk menunjang penampilan seorang mc bahasa jawa yang baik.

Hal baik lainya adalah, beliau memberikan materi dengan runtut dan mudah dimengerti. Meskipun kursus hanya dilakukan selama tiga bulan, materi yang diberikan oleh beliau runtut dan berkurikulum. Waktu tiga bulan tersebur digunakan secara maksimal dengan materi yang sudah bisa dibilang komplit. Jadi, meskipun hanya belajar mc bahasa jawa tingkat dasar, sudah berani tampil dan bisa ddiandalkan.

Materinya memang kebanyakan berkutat tentang mc bahasa jawa untuk acara pernikahan, namun begitu ditambahi juga mc untuk acar syukuran, mitoni, seserahan, sampai lelayu. Beliau bertanggung jawab sekali dengan ilmu yg beliau sampaikan. Dalam beberapa kali pada saat mengajar beliau membawa perangkat untuk role play dan menunjukan hal-hal yang dirasa masih awam kepada murid dengam baik. Terdapat juga materi macapat supaya mc bahasa jawa menjadi lebih handal pada saat nyandra manten.

Diajari pula tentang gaya busana adat jawa secara lengkap. Beliau menunjukan perbedaan antara batik Solo dengan Jogja. Khusua untuk cara berpakaian, beliau benar-benar menyontohkan mulai dari awal. Dari menggunakan jarik, stagen, sampai memasang keris.

Pengalaman saya mengikuti kursus ini benar-benar bermanfaat bagi saya yang sangat awam tentang hal-hal mendasar menjadi seorang mc. Meskipun sudah sejak sd belajar bahasa jawa, nyatanya tidak membuat saya tahu semua tentang jawa. Tahu tentang sebuah tradisi jawa bermula, bahkan tentang bagaimana sebuah kata digunakan atau ditempatkan.

Saya masih sangat beruntung. Maturnuwun, pak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s