Rejeki itu Bernama Usia

Beberapa hari yang lalu, kerabat seorang teman melangsungkan pernikahan tepat di samping jenazah ayah mempelai perempuan. Sontak membuat mata saya panas dan berair. Selain karena saya memang orangnya mudah terharu trus mewek, kondisi itu juga membuat saya sadar diri akan nasib saya sendiri. Saya yang kondisi saat ini sudah piatu dan saya yang sampai sekarang masih sendiri. Saya tidak iri, saya malah ikut berbahagia karena mereka akhirnya menikah meskipun keadaan saat mereka menikah sangat mengharukan.

Continue reading

Advertisements