Mukbang; Sensasi Mbleneg 10 bungkus Indomie Goreng

Mukbang kui opo, Dek? Jadi gini, mukbang adalah salah satu istilah dalam bahasa Korea yang kurang lebih berarti makan banyak. Saya tahu istilah mukbang juga nggak sengaja sebenrnya. Ketika itu salah satu TV swasta menayangkan video orang Korea makan makanan buwanyak buwanged. Trus info dari acara itu adalah, kegiatan makan tersebut bernama mukbang. Makanan yang dikonsumsi beragam, mulai dari mie, ayam goreng, aneka makanan lau, bahkan cabai. Yes! Cabai! Khusus untuk cabai ini kayaknya jumlahnya nggak banyak-banyak amat deh. Ya bayangin aja gimana itu kabar perutnya kalau makan cabai sampai buwanyak buwanged. Mules, coy!

Nah, berawal dari tayangan di TV itu, saya njuk kepikiran untuk bikin mukbang ala-ala. Entah kenapa langsung jatuh pada Indomie Goreng sebagai pilihan makanan untuk dikonsumsi. Ya gimana, gaes? Itu Indomie goreng kan enak ya? Lagipula, masaknya mudah harga terjangkau juga. Dasar kere, Dek! Akhirnya, terwujudlah minggu kemarin untuk mukbang ala-ala ini. Untungnya lagi, pas banget ada promo Indomie goreng. Jadi ya sehingga, sodara-sodara 🙂

Setelah terbeli ya langsung digarap aja itu sepuluh bungkus Indomie goreng. Semuanya langsung dimasak dan bumbu juga dipakai semua. Pokmen, plung-plung-plung kabeh diproses ben segera bisa dijajal. Pas ngelihat penampakan si sepuluh Indomie goreng tersebut dalam wadah ya segede gambreng, otak langsung mikir, iki bakal entek tenan? Iki kudu tak pangan kabeh? Nek siji kurang loro kakehan, iki gek kepie njukan? Kog deke ra ngejak balen? *HOP! RASAH CURHAT!

IMG-20180225-WA0033

Oke, akhirnya suapan pertama. HA JELAS ENAK LAH! Selain Indomie goreng itu adalah semua penemuan terbaik umat manusia, saya juga udah lama itungannya nggak makan Indomie goreng. Jadi ya hayuk aja gitu pas kemarin makan. Sayangnya, itu hanya bertahan sekitar 7-9 suapan karena di suapan yang hitungannya sudah puluhan perut saya sudah tidak kuwat lagi. Yes, eneg jebulane. Mie yang sudah agak dingin bercampur dengan bumbu Indomie goreng yang kuat membuat rasa eneg semakin menjadi. Akhirnya ya cukup sampai di suapan ke 17 atau 19 kalau saya tidak salah hitung. Minum air putih yang banyak menjadi cara saya mengurangi efek eneg. Masih untung tidak sampai gumoh 🙂

Njuk kepie rasane, Dek? Ya intinya, sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Memang makanan yang paling enak itu kisaran hanya di suapan pertama sampai ya paling ke tujuh. Selebihnya ya b aja atau malah ya jadi eneg itu tadi. Meskipun demikian, mukbang seru juga kalau dilakukan ya hanya untuk seru-seruan tanpa ada paksaan dan keharusan untuk habis semua makanannya. Edan wae, iku makanan uwakeh kudu entek padahal kemampuan perut nggak mendukung. Jadi, kalau hanya untuk seru-seruan, mukbang itu oke.

IMG-20180225-WA0032

Akhirnya, sembari mengelus-elus perut yang rasanya tidak karuan, saya berfikir untuk mencoba mukbang lagi tapi dengan makanan yang lain. Olive Chicken kayaknya bakal jadi sasaran berikutnya. We will see 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s