Bakso Tumpeng; Dikeduk apa dipotong?

Saya benar-benar mengamini salah satu kalimat yang diucapkan oleh Pandji Pragiwaksono, bahwa sedikit berbeda lebih baik daripada sedikit lebih baik. Karena apa? Karena yang berbeda-beda itu biasanya lebih menarik perhatian. Ora percaya? Monggo dititeni.

Sebenernya, kalau perkara rasa, bakso tumpeng ini B aja alias biasa aja. Hal yang membuat bakso ini menjadi salah satu incaran para penggemar kuliner utamanya bakso adalah bentuknya yang unik alias berbeda dengan bakso kebanyakan. Bakso kan umumnya bentuknya bulat ya, kayak bola pingpong. Nah, bakso yang satu ini bentuknya tumpeng. Iya, tumpeng seperti tumpeng untuk tumpengan nasi gitu.

IMG_20180411_114639

selain rasa, yang B aja ya isiannya juga, menurut saya. Jadi, bakso tumpeng ini isiannya adalah telur ayam. Ukuran bakso juga dibedakan menjadi S, M, dan L. Selain bakso, warung bakso tumpeng juga menjual Miago. Apa kui? Mie ayam goreng. Yes, sejenis mi ayam sek biasane kae tetapi yang ini tanpa kuah dan berwarna cokelat. Saiki aku dadi bingung, ngapa ora nyebut bakmi goreng wae? Selain itu juga ada Bakso burger. Nek dari bentuke ya macam tumpukan bakso berbentuk gepeng sama bakmi gitu. Njuk ada awur-awurane sledri, sawi ijo, sama bawang goreng. Ditambahi kuah bakso. Udah.

IMG_20180411_114855

Apabila njenengan penasaran dan pengen njajal, monggo blusukan ke daerah Jalan Imogiri Timur. Lokasinya sedikit mblusuk karena masuk ke kampung, tapi jangan khawatir karena masuk kampungnya ya Cuma 200 meteran dari jalan raya. Selain itu, jalannya lebar, jadi kalau njenengan pakai mobil masih bisa masuk blusuk jalan kampong tersebut. Lokasinya pas di pinggir jalan desa kog, parkirannya luas jadi rausah kuatir lan aja sumelang. Nama warungnya Lesehan Mbanyumili, dan ini karena kayaknya mereka jualan lesehan kalau malam. *saya bisa salah wong yg ini saya ngira-ngira aja, nggak nanya waktu itu

Apa lagi yang lain ya? Nganu, kalau di warung bakso biasanya ada hiburan music, di sini juga ada. Nek di warung-warung bakso biasanya hiburan musiknya ndangdutan, nek di sini adalah lagu lawasan pop Indonesia tahun 80-90an, slow rock, dan beberapa lagu balada barat. Eh, pop barat 90an juga ada ding. Nah, dengan lokasinya yang sembribit angin karena di desa dengan makanan yang josh panas mongah-mongah bikin huh hah bernama bakso, ditambah dengan alunan lagu nostalgia, maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan? 😀

IMG_20180411_113835

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s