[ Bandung Series ] Floating Market, Farm House, dan kota-kota

Sepertinya ini bakal jadi cerita terakhir untuk Bandung Series. Cerita sebelumnya ada di sini, sini, dan sini. Monggo.

Farm House

Sampai Bandung pukul 3 pagi langsung cus ke penginapan. Perjalanan berkesel-kesel ria blusukan di Bandung di mulai di pagi harinya pukul 9 pagi. Dari awal ke Bandung tempat wisata sudah ada yang ditentukan mau ke mana saja, jadi pas paginya mau jalan nggak bingung-bingung banget. Perjalanan di mulai dengan blusukan ke Farm House. Ada apa aja? Spot foto untuk selfie, wefie, dan difotoin uwakeh buwanget. Ini tempat kalau menurut saya ya tempat untuk menikmati susu. Harga tiket 25ribu sudah dapat susu segelas. Lumayan. Di Jogja belum ada tempat wisata system barter gini. Haha.

IMG-20180514-WA0033

Ada spot tembok cinta. Agak krik-krik saya pas di sini. Hahaha.. Trus ada spot layaknya di negeri Belanda lengkap dengan penyewaan baju khasnya itu untuk foto-foto. Tempat wisata buatan ini cocok untuk yang suka hal-hal kekinian nan eye-catching. Kondisi Lembang yang agak duwur layaknya Kaliurang membuat pengelola seakan memaksimalkan konsep dan dananya untuk meraup pengunjung. Terlihat dari beberapa spot yang masih dalam pengerjaan tepat terletak di pinggir bukit. Ada beberapa hewan peliharaan macam domba, kambing, kelinci, dan beberapa burung kalau saya tidak salah lihat. Berfoto dengan hewan-hewan tersebut juga diperbolehkan.

Untuk makanan yang disediakan di tempat ini ya umum sebernya. Macam pop-corn, sosis bakar, roti-rotian, dan minuman kemasan. Cukupan untuk sekedar mengganjal perut sambil menunggu waktu makan siang kalau njenengan ke tempat ini di pagi harinya. Lokasinya luas dan kebersihannya baik. Hawanya tidak panas, bagi orang mBantul seperti saya ini nyenengke, jadi ya nggak bikin capek pas mubeng-mubeng.

Floating Market

Selesai dari Farm House, lanjut makan siang, trus ke Floating Market. Jebulane nggone luwih duwur. Jadi, urutannya kalau dari bawah adalah, tempat makan siang, Farm House, kemudian Floating Market. Pas ke tempat-tempat tersebut, transportasi online menjadi pilihan. Murah dan mudah sekali mendapatkan armada meskipun lokasinya terbilang cukup di atas.  Kemarin dilewatin SD tempat dulu Petualangan Sherina shooting. Hooooo..

IMG-20180514-WA0064

Harga tiketnya 20ribu dan voucher tiket bisa ditukar dengan soft-drink. Lumayan. Begitu masuk ke Floating Market, danau berukuran besar menyambut. Wow! Namanya juga pasar terapung ya, jadi ya beberapa pedagang di tempat ini memang mengapung. Wahana airnya juga banyak. Luas sekali dan banyak banget tempat buat foto-foto. Wes, kesel pokmen nek kabeh-kabeh diparani nang nggon iki.

Kalau di Farm House baju khas Belanda menjadi salah satu yang digemari, di sini baju ala Korea menjadi high-lightnya. Komplit dengan bangunan serupa rumah-rumah adat Korea, CMIIW, yang mengapung di air. di dalam Floating Market ini juga ada semacam restorant dengan saung-saung kayunya yang adem.

Khusus di area pasar apungnya, uang yang dipakai adalah uang koin hasil dari penukaran di loket penukaran uang. Kisaran harga koinnya mulai dari 5ribu sampai 20ribu. Makanan yang dijual cukup beragam, rasanya B aja nek buat lidah saya. Ya sekedar untuk cemil-cemil cantik ya oke.

Kota-kota (Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Mesjid Raya, dan Alun-Alun Bandung)

Di hari terakhirnya, wilayah kota menjadi daerah jajahan slanjutnya. Jalan Braga jelas salah satunya, dank arena dekat dengan Jalan Asia-Afrika, maka sekalianlah diblusuki. Foto-foto pokoknya di sini. Braga. Ada apa? Seniman jalanan dengan hasil lukisannya menarik untuk dijadikan background. Museum Asia Afrika juga menarik sekali. Kondisi jalan yang menurut saya masih bersahabat membuat enak aja untuk dinikmati. Bersih dan “khas” banget di Jalan Braga ini.

IMG-20180515-WA0050

Jalan Asia Afrika menurut saya ya B saja, wong saya nggak banyak explore pas di sini. Ya sekedar satu dua foto dan sudah. Antara masih kurang waktu dan kog ya gur gitu saja kondisi jalannya, la kamu berharap apa, Dek? Hehe. meskipun demikian, bangunan-bangunan jaman dulu di ke-dua jalan ini sangat menarik mata. Mata saya nggak henti-hentinya melihat detail setiap bangunan komplit denga nornamen dan arsitekturnya. Mengagumkan!

IMG_20180515_134657

Lanjut sekalian sembayang di Masjid Raya, alun-alun Bandung tepat berada di depannya. Banyak warga berkumpul dan menikmati hari nan mendung syahdu pas kemarin itu. Mesjid yang luas dengan dua menaranya yang megah. Pas masuk, langsung bergumam WOW!. Tempatnya luas banget. Duduk-duduk santai di pinggiran alun-alun juga cukup menyenangkan. Para pedagang di tempat ini selayaknya pengunjung yg lain. Jadi tidak terlihat pedagang asongan atau mainan memadati tempat ini. Pas kemarin ada semacam bus wisata ngetem di samping alun-alun. Kalau mau naik, harus beli tiket. Entahlah harga tiketnya berapa dan rutenya ke mana saja. Lain waktu kali ya. Boleh minta aminnya? Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s