Polling milih endi

Ra nyana jebulane uwis sasi Agustus malah uwis tekan tanggal 5. Gaji aman, sodara-sodara? *nyodorin mikropon ke penonton. Bagi njenengan yang bulan ini jebulane uwakeh sumbangang, monggo bergandengan tangan dan bersama-sama ngubengi Paseban.

Nek kali ini saya mau cerita bukan tentang babagan sumbangan atau utangan atau hal yang berhubungan dengan duik. Nyoh-nyoh-nyoh! Melainkan tentang isengnya saya beberapa waktu yang lalu. Lalu banget malahan. Saya sempat bikin polling iseng di Twitter. Pilihannya dua, ditinggal rabi atau ditinggal mati. Hasilnya? 10% dimenangkan oleh ditinggal rabi. Saya njuk dadi mikir, jangan-jangan ini yang milih ditinggal rabi ki yang berpikir bahwa ditinggal mati ini artiannya ditinggal mati sanak atau salah satu anggota keluarga. Akan tetapi bisa saja pikiran saya tersebut salah.

Ndak ada yg enak dari pilihan yang iseng saya berikan tersebut. Ya jajal njenengan bayangkan, ditinggal rabi sama orang yang njenengan gadang-gadang akan jadi pasangan sampai tua. Bisa sedikit berimajinasi, misalnya, ndilalahe kog ya putus, baik-baik meneh putus e, jarene. Njuk njenengan iruh pasangan njenengan itu sekarang dg yang lain. Tangan yang dulu pernah menggenggam tangan njenengan itu, sekarang menggenggam tangan orang lain. Lagu yang katanya dulu hanya dibagi dengan njenengan, la kog sekarang dibagi dengar juga dengan yg lain. Ngilu ra?

Screenshot_2017-07-29-16-18-46

Lain perkara, misalnya, pasangan tersebut meninggal. Ya sudah, segala kenagan baik njenengan dan apa yang indah yang sudah dibagi dengan njenengan ya hanya sampai di njenengan. Ngilu, wong yo gak iso ndelok meneh wujud fisik, gur gari kenangane. Paling tidak kan tidak berbagi lagi dia dengan yang lain. Sek! Kayak e aku penggiringan opini ben kabeh do milih mending ditinggal mati. Haha.

Beberapa kasus dalam hubungan berkasih sayangan mungkin memang sebaiknya berakhir dengan ditinggal rabi, atau ditinggal mati. Ya ndak bisa digebyah uyah. Ya harus didelok kasus per kasus. Ya nggak bisa juga lantas yang satu benar dan yang satu salah. Jadi ya sehingga, lur. Nek misalnya njenengan pribadi, luwih milih endi? Hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s