Guyon Waton; Penak Kanca

Nek njenengan cari di kanal Youtube, sebener e tulisane Penak Konco, ning di sini saya akan gunakan Penak Kanca karena setahu saya seperti itu penulisan yang benernya. Dah, saya nggak mau ribut-ribut tentang ini. Tak anggap sebagai info tambahan untuk njenengan saja yes.

Seliane lagu sek Korban Janji, lagu ini juga termasuk yang nggrantes menusuk ulu hati. Apa lagi buat njenengan yang ndilalah e kog yo seneng ro kanca dewe. Nek di lagunya, dari saya nangkep liriknya, ini ada pasangan yang ndisik e pacaran ning njuk malah akeh ribut e. Nah, berkaca dari hal tersebut, akhir e salah satu dari pasangan tersebut berfikir , akan lebih baik kalau kita berteman saja. Kepenak dadi kanca daripada pacaran malah anane gur ribat ribut wae. Ngelu, Sri.

Itu nek penjabaran saya dari lirik lagune. Nek dari yang saya mau ceritakan, agak melenceng banget malah kayane. Tapi, intine podo, akan lebih baik kalau jadi teman saja.

Pernah ndak, njenengan seneng sama temen sendiri atau mengagumi teman sendiri ning njuk mupus karena sebaiknya tetap berteman saja supaya tetap bisa akrab dan hubungannya menjadi baik? Nah, nek saya malah mau cerita tentang itu. Terkadang, dunia orang dewasa ki rumit-rumit gemes memang. Hal yang sebetulnya sepele bisa menjadi hal yang memusingkan kalau dipikir lebih dalam. Contohnya ya kasus yang saya ceritakan tadi.

Sebetulnya, menyukai teman sendiri ki ya nggak papa. Oleh banget malahan. Ning, kadang, beberapa orang memilih untuk tetap menjadi teman saja karena kalau nanti menjadi pacar malah akan ada rasa canggung, njuk malah akeh ribut e. njuk malah dadine seperti lirik lagune Guyon Waton itu tadi. Di sisi lain, njenengan tahu kan, ngemu rasa tresna ki nggak enak blas? Nah, itu dia, disimpen dewe ngelu, diomongke wedi nek ambyar. Ya nek diterima njuk dadine apik, nek diterima malah njuk ribat ribut wae? Kan dadine embuh.

Nek saya, mengamini bahwa mantan ki ya nek njuk dadi kanca bakal angel. Apa meneh iki, kanca-mantan-kanca meneh, la rak yo malah embuh kan? Nggak bakal bisa kembali jadi teman yang seperti sedia kala lak en. Malah, bisa jadi akan musuhan. Njuk saling menjauh raganya, padahal mungkin hatinya pengen kembali jadi berteman lagi. Lak yo malah pekewuh to? Nah, solusine kepie? Ya berteman saja.

Nah, saiki, berteman yang seperti apa? Apa ya gur sekedar kekancan? Atau ya kekancan dengan rasa sayang? Wa nek ini saya juga ndak berani mutusi. Kan rasa itu relatif, nggak bisa dikalkulasi seperti siji tambah siji podo karo loro. Nek ini, saya serahkan ke njenengan lagi saja. Hehe.

Atau, akan seperti lirik lagunya Ratu? Kita berteman saja, teman tapi mesra. Duar!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s