Ndelok Ndangdut

Yes, njenengan tidak salah baca. Akhirnya saya ndelok ndangdut. Salah satu alisan music yang menurut sebagian orang adalah aliran music pinggiran. Namun, sekarang tidak lagi seperti itu. Ndangdut, atau yang kebanyakan ditulis dangdut, sekarang ini menjadi music semua kalangan. Denger musiknya dikit aja, langsung njoget, Lur!

IMG_20181020_212103

Sebenarnya, sudah sejak tahun lalu saya punya doa yang iseng. Nah, doa pengen ndelok ndangdut ini ya salah satu doa iseng saya itu. Hehe. Kemarin saya inget pokoknya saya kepengen ndelok konser ndangdut. Memang tidak sespesifik konser yang seperti apa, makanya ya dikabulkannya ya tontonan ndangdut kampong saja. Ning la tep judul e ndelok ndangdut. Ho,oH to? Saya penasaran karena kepengen tahu atmosphere ketika ndelok ndangdut ki seperti apa. Sebagai orang dengan salah satu kesukaan nyawang orang lain, saya kepengen lihat seperti apa tingkah laku para penonton ndangdut ini.

Apakah mayoritas adalah lelaki, apakah semua akan bergoyang bersama alunan kendang, atau ya jebulane biasa wae? Ya yang begitu-begitu itu termasuk dengan bagaimana interaksi antar penonton, dan penonton dengan penyanyine. Hal-hal seperti itu membuat saya belajar akan banyak hal dan saya senang akan hal itu. Aneh, ya? Yo ben. Kemudian, pakaian yang dipakai oleh penontonnya, oleh penyanyine, bagaimaka tingkah polah jogetan mereka, bagaimana mereka mengekspresikan luapan jogetan mereka, itu semua menyenangkan untuk diamati. Termasuk hal yang bernama saweran atau pemberian uang ketika tontonan ndangdut tersebut berlangsung.

Semalam, saya berkesempatan menonton pertunjukan ndangdut di desa Tembi. Sebetulnya acara ini adalah acara khusus untuk warga Tembi karena ini adalah acara ulang tahun karang taruna Tembi. Tetapi, karena saya kenal beberapa orang di Tembi, maka saya bisa ikut bergabung menonton acara ndangdut tersebut. Jika njenengan pernah mendengar ada orkes ndangdut bernama Mawar Rimba, nah, semalam mereka ditanggap di Tembi. Tetapi, tidak full team yang ditanggap, istilahnya Tembi ngeteng nanggap grup ini karena hanya beberapa saja yang diambil. Meskipun demikian, untuk ukuran acara ulang tahun karang taruna, ini meriah dan nyenengke.

IMG_20181020_213916

Tiga penyanyi ditanggap semalam, namun sayangnya saya lupa siapa saja mereka itu. Hehe. Pokoknya, kabeh ayu. Salah satu diantara ketiganya, ada yang sudah nasional karena pernah ikut acara Dangdut Akademi di Indosiar dan menjadi anak murid Zaskia Gotik. Suaranya bagus, nek untuk saya. Pakaiannya paling sopan diantara ketiganya. Eh, ini pendapat personal loh ya. Jangan diplintir.

Oke, saiki masuk ke cerito pengalamane. Kepie akhire? Setelah iso ndelok ndangdut? Menyenangkan! Selain itu? Saya senang akhire isa ndelok, senajan ya tingkat desa tanggapane. Hehe. Nek menceritakan tentang atmosphere, ya sebener e belum greget untuk saya. Karena, selain acara internal masyarakat desa, tanggapan semalam pertisipan penjogetnya ya bisa dikatakan sedikit. Durung seheboh yang saya harapkan. Ning, uwis nyenengke. Penyanyine lumayan. Sound system e lumayan, tata lampu dan panggung oke. Ya sewajarnya acara desa lah.

Sepertinya saya belum bisa cerita banyak soalnya belum ada pembanding untuk tontonan dangdut ini. Tapi, hal yang bisa saya simpulkan, hiburan itu ya dibutuhkan oleh masyarakat, entah apapun itu bentuknya. Luapan keinginan untuk berjoget atau bergerak itu, nek menurut saya, ada di setiap jiwa manusia, maka dari itu, Mari Berjoget! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s