Nggage Mangsa

Nggage mangsa nek dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya mempercepat waktu. Misalnya, njenengan punya pisang atau mangga yang belum matang, njuk karena njenengan akan punya hajatan, itu pisang dan mangga dikarbit supaya cepat matang. Kurang lebihnya gitu.

Nah, nggage mangsa yang sekarang mau saya ceritakan bukan tentang mengkarbit buah. Ini adalah tentang siklus hidup manusia. Duh, rodo abot jan e. ning y owes lah, ben wae. Wong lehku meh crito yo tentang kui dan saiki kog.

Nek dipikir-pikir dan dirasakne, jal njenengan petani diri njenengan sendiri. Ada berapa hal dalam hidup njenengan yang njenengan nggage mangsa? Dan, ada berapa hal yang njenengan pasrah narimo? Apakah lebih banyak yang nggage mangsa? Atau yang narimo? Yang tahu ya njenengan sendiri lah ya. Lolaiya, Dek. Pitikih.

Nek njenengan sudah metani diri njenengan sendiri, sekarang coba disadari. Dari sekian hal yang njenengan cepetke, istilahnya, ada berapa hal yang berbuah manis? Ada berapa hal yang akhirnya zonk? Dan, ada berapa hal yang akhirnya hasil e ya B aja. Nothing spesial. Malah, gur oleh kesel tok. Ning njuk kemudian njenengan belajar dari hal itu. Njuk njenengan menjadi pribadi yang lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Menjadi pribadi yang lebih spiritual dan bijaksana. Akeh mesti le sinau seko nggage mangsa. Yakin aku mbokan.

Beberapa manusia memang tidak sabaran. Baru juga pegatan pirang dina, andang kepengen nggandeng liyane. Kepengen ana sek nggatekne. Kepengen ana sek nggemateni. Tanpa sadar bahwa itu hanya sebuah pelarian atau sebuah nggage mangsa untuk mengubur mangsa-mangsa sik nelangsa mau. Bener apa luput? Nek di saya, nggak ada bener dan luput. Apik apa ora? Nek ini tergantung ya. Ning nek saya kog lebih baik menyembuhkan diri sendiri dahulu baru kemudian sambil jalan menemukan yang baru.

Nek menurut saya, otak manusia ki yo tidak didesain untuk melupakan. Ning, untuk menumpuk kenangan-kenangan. Nah, kenangan yang seperti apa yang akan ditumpuk? Itu terserah njenengan. Apakah dengan nggage mangsa menjadikan njenengan lebih baik dan hidup berkualitas? Nek iya, monggo. Tapi, nek nggage mangsa malah menjadikan hidup orang lain menjadi korban, sebaiknya jangan. Eman saja, menghabiskan waktu yang berharga dan bisa untuk hal yang lebih berguna e malah kebuang percuma.

Nah, makane iku, nek saya kadang nggak gitu suka nggage mangsa. Nek nggage dalam arti bangun lebih pagi , mengerjakan apa yang bisa dikerjakan hari ini, menabung, ya saya oke. Ning nek njuk nyepetke ben gek ndang-ndang, saya ki orangnya jan e slow we banget j. Luwih seneng nglakoni apa yang ada di depan mata dulu daripada berfikir terlalu jauh. Kadang kala wong ya ekpektasi saya ki keduwuren, makane njuk sok wedi. Hehe.

Njenengan ada pengalaman nggage mangsa, ndak? Kene, mrene, diceritakne 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s