Pendidikan; Tanggungjawab siapa?

Cerita kali ini bukan sok-sok an mau peduli dengan pendidikan, namun memang sudah sepertinya semua orang peduli dengan hal satu ini. Pendidikan, menurut saya dimulai dari rumah. Dari keluarga dulu. Lupakanlah itu hitungan satu ditambah satu sama dengan dua. Mulailah dari pendidikan karakter anak terlebih dahulu. Mulailah dengan menanamkan sikap jujur dan tenggang rasa. Bisa menghormati yang lebih tua dan mampu menyayangi yang lebih muda.

Continue reading

Advertisements

Indiestination! APIK, tapi…

Beberapa minggu ini rame banget perihal Didi Kempot. Bermula dari postingan di Twitter berupa video saat menonton konser beliau sambil nggrantes, kemudian disambut dengan tulisan Mas Agus Magelangan yang ngangkat sekali, akhirnya ada juga event yang mengangkat beliau di Jogja. Mbayar, tapi ndak papa. Saya mending mbayar tapi tertib daripada gratis dan rakalap.

IMG_20190713_202314

Continue reading

Kucumbu Tubuh Indahku; APIK!

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, dua film yang saya enten-enteni adalah Ave Maryam dan Kucumbu Tubuh Indahku. Keduanya adalah tipikal film festival, jadi nek sudah masuk ke bioskop biasanya “disesuaikan”. Magsud saya adalah, beberapa adegan ada yang dipotong, padahal sudah ada catatan 21+ yang artinya sudah ada filter penonton, tapi ijik wae dipotong. Hadeeeh! Tapi ya sudahlah, tidak apa, wong pas pemutaran festival juga saya belum tentu bisa nonton.

Continue reading

Lorong

Njenengan semua, pernah ndak memilih untuk tetap berada di keriuhan supaya tidak sendiri dan tidak mendengarkan suara dari dalam diri? Terkadang. Serius, saya ingin menyatakan, berada di keramaian membuat manusia sedikit, atau katakanlah, sejenak “melupakan” segala gamang galau yang ada di hati. Sejenak menjadi orang lain untuk kemudian menjadi terpekur dalam suara dari dalam diri sendiri.

IMG_20170420_102644

Continue reading